Minggu, 22 Februari 2015

KOMENTAR GKMD (gerakan kritis mahasiswa dompu) terkait pandangan H.bambang m'yasin





.....DOMPU BERBENA.....
sejumlah mahasiswa asal kab.dompu yang tergabung dalam GKMD (gerakan kritis mahasiswa dompu), dengan sepontan merenungi slogan baru daerah dompu ini. Advoksai GKMD khaeril imam menggap hal ini sebagai modal kampanye awal yang di lakukan oleh bupati terpilih kab.dompu,
" selama 4 tahun lebih H.BAMBANG M'YASIN menjadi bupati di akhir masa jabatannya mengeluarkan slogan ini, bagi kami dari GKMD merupakan hal lucu tuturnya, di tambah lagi dengan berbagai macam persoalan yang tejadi di daerah dompu selama ini, tidak elok ketika bupati dompu harus membenahinya kembali di akhir masa jabatannya, tutur advokasi GKMD saudara Khaeril imam saptu kemarin di acara diskusi retunitas GKMD di sekretariat GKMD kekale swasembada".


kegiatan diskusi yang di lakukan oleh GKMD ini sebagai bentuk dari pada menindak lanjuti  tanggapan H,Bambang M'Yasin terkait dengan PT.SMS ini,  yang dimana bupati dompu meminta kepada masyarakat dompu untuk mendukung masuknya PT.SMS ini , justru GKMD menilai bahwa H,BAMBANG  selaku bupati dompu semakin menunjukan jati diri nya sebagai pedagang bukan bupati,  mendukung perusahaan tersebut secara tidak langsung menginginkan 3ribu kepala keluarga yang mata pencariannya sebagai petani ternak mati dan di anggap sebaga budak di daerahnya sendiri lantaran hanya untuk kepentingan bupati dompu dan PT,SMS saja.
alasan dari pada bupati dompu memberikan ijin kepada perusahaan tebu ini dinilai hanya membebani masyarakat dan mengakibatkan masyarakat hilang mata pencariannya karena dominan wilayah doro ncanga dan sekitarnya merupakan lahan pelepasan tani ternak para masyarakat.
ketika PT.SMS ini masuk dan menggarap hampir semua wilayah doro ncanga, maka lahan pelepasan tani ternak untuk para petani tenak sudah tidak ada lagi,
M,saleh salah seorang tani ternak di wilayah kecamatan kempo mengatakan bahwa "sampai kapanpun doro ncanga dan sekitarnya tetap akan di jadikan sebagai lahan pelepasan ternak apapun yang terjadi hartapun nyawa harus di korbankan karena itu sudah menjadi tradisi sejak nenemoyang mereka, ujar salah seorang tani ternak. hasil dari pada tani ternak doro ncanga sendiri cukup menggiurakan bahkan tidak sedikit hasilnya di rasakn langsung oleh para petinggi2 daerah ini sebut saja bupati dompu yanng memang di wilayah doro ncangan memiliki 500 lebih induk sapi yang di kelola di perusaan doro ncanga miliknya dengan wilayah pelepasan seluar 200 H miliknya. hal ini di anggap tidak sejalan dengan kepentingan para peternak lainnya di mana lahan pelepasannya di jadikan sebagai lahan penggarapan untuk pt sms, kami dari GKMD menilai bahwa ada semacam sengaja menghilangkan persaingan antara bupati dompu dengan petani ternak lainnya yang ada di wilayah doro ncanga dan sekitarnya agar hanya ternak sang bupatilah yang hanya bisa di lepas di sana.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar